Sabtu, 24 Oktober 2015

Cara Memesan dan Menggunakan Aplikasi GrabTaxi

Kalo post sebelumnya udah bahas transportasi di jakarta pake kereta (commuter line) dan Busway (Transjakarta), sekarang mari bahas transportasi lain yang lagi digemari penduduk kota yang sudah penuh sesak sama makhluk yang namanya manusia inii (Lebhay!)

GrabTaxi (grabtaxi.com)

Aplikasi pemesanan taksi secara online ini pertama kalinya diluncurkan pada tahun 2012 di Malaysia, tetapi sekarang sudah berkembang dan sudah beroperasi di  6 negara dan 18 kota, termasuk Indonesia. Dijakarta sendiri baru mulai marak digunakan pada tahun 2015 ini. pada awalnya hanya beroperasi untuk pemesanan taksi secara online. Dan sekarang GrabTaxi juga sudah bisa dinikmati warga Padang, Sumatera Barat Padang merupakan kota kedua di Indonesia yang dimasuki oleh GrabTaxi (Rancak bana!). Taksinya bukan taksi keluaran grab, lho! tapi grab berfungsi sebagai wadah yang menampung taksi-taksi yang mau bekerjasama dengan grab yang pemesanannya dilakukan melalui sistem grab. Jadi pada saat anda memesan, bisa saja mendapatkan taksi dengan nama berbeda (misalnya ekspress, putra, dll). biasanya grabbike suka memberikan promo potongan harga dengan kode tertentu yang disebarkan memalui facebook resminya (kalo di webiste nya saya nggak tau sih, soalnya biasanya liat dari fabebook). tapi terkadang suka ada lho beberapa kode promo yang nggak ada di facebook nya dan potongannya bisa sampe (Rp 30.000-Rp15.000). tapi kalo sekarang sih rata-rata potongan Rp 10.000.

Karena sudah mulai banyak dikenal, grabtaxi mengeluarkan produk lainnya bernama grabbike, kalau ini fokus untuk pemesanan ojek (menggunakan sepeda motor) online. canggih ya! (maaf norakXD). kelebihan dari ojek online atau grabbike ini adalah, mereka telah mempunyai tarif sendiri yang telah ditentukan oleh pihak grab. jadi nggak perlu takut dikenai tarif sukasuka yang biasa dialami kalo mau naik ojek pangkalan, dan nggak perlu nawar sampe urat keluar karena si sopir ojek nggak mau nurunin harga. Pada awal peluncurannya, menggunakan grabbike dikenakan tarif datar sebesar Rp 5000 ke seluruh wilayah jakarta (goceng bisa kemana-mana) kebayang nggak tu dijakarta ada yang begitu?dengan cepat aplikasi ini populer dikalangan pekerja kantoran yang males kena macet serta mahasiswa yang seneng ama promo dan diskonan (termasuk saya, hahaha). tapi kalo sekarang brabbike juga harus memasukkan kode tertentu supaya bisa dapet promo tarif datar Rp 10.000/Rp 15.000

Selanjutnya grabbike ngeluarin produk baru lainnya yaitu GrabCar, yang ini layanan transportasi pemesanan online untuk mobil pribadi, jadi pihak grab bekerjasama dengan orang-orang yang mempunya kendaraan roda empat dan berminat untuk "narik penumpang". kalo grabcar ini tarif nya fix price, saat memasukkan tujuan di aplikasinya, sistem sudah meng estimasi biaya yang akan dikenakan sesuai jarak kita, kalopun macet tetep bisa duduk adem kena AC dan nggak perlu takut argo terus bertambah kayak kalo kita naik taksi XD apalagi kalo lagi untung dapet mobil yang dibawa mahasiswa ganteng (PLAK!!) kadang malah kalo menurut saya, untuk tujuan yang cukup jauh dan melewati jalur yang rawan macet, akan lebih aman untuk menggunakan GrabCar, karena ya itu tadi, fix price brohhh!

Sekarang kayanya grab udah ngeluarin dua produk baru lagi, "Premium" dan "GrabSpeed". kalo yang dua ini saya belom pernah gunain sih, jadi belom bisa review, hehe.

Cara pemesanan nya gampang, 
1. Download dulu applikasi Grabtaxi nya di Playstore (Android) atau App Store (IOS/ Iphone). Lakukan registrasi data, baru dapat melakukan pemesanan.
Karena Saya sudah download aplikasinya, keterangan diatas jadi "UPDATE" bukan "INSTALL"

2. Pada Kolom paling bawah terdapat pilihan produk grab yang ingin digunakan. misalkan akan menggunakan taksi, maka klik logo taksi, atau jika ingin menggunakan produk Grabbike klik logo grabbike hingga tanda serunya telah berada di logo tersebut seperti gambar dibawah;
Saya memilih memesan taksi (pojok kiri bawah), liat tanda seru untuk memastikan saya sudah klik jenis transportasi yang dinginkan


3. Masukkan lokasi penjemputan pada kolom paling atas dengan judul "PICK-UP"  (sistem sudah tersambung ke map, jadi pada saat mengetik alamat, otomatis sistem akan mencari lokasi terdekat dengan tempat kita berada) 

4. Masukkan lokasi tujuan ke "DROP-OFF" (sama halnya seperti saat memasukkan lokasi penjemputan)

5. Klik tanda Panah hijau di kanan bawah


6. keluar kolom "ESTIMATED FARE". pada kolom ini tertera kisaran tarif taksi seuai dengan jarak tempuh untuk tujuan kita.
Kolom "Notes to Driver" digunakan jika ingin memberikan keterangan detail mengenai alamat penjemputan atau lokasi penjemputan, misalnya "didepan gerbang rumah dengan pagar hijau" 
Kolom "Promo Code" digunakan jika ingin menggunakan kode promo untuk mendapatkan potongan harga. seperti yang saya jelaskan diatas, biasanya kode-kode promo akan diumumkan di Facebook Page nya GrabTaxi (https://www.facebook.com/GrabTaxiID?fref=ts)


7. Klik "BOOK TAKSI"

8. Selanjutkan sistem Grab akan mencarikan taksi mana saja yang berada disekitar lokasi kita. Lalu tunggu konfirmasi taksi yang available dan pilih yang paling dekat dengan lokasi penjemputan. (tidak ada keterangan gambar karena takut malah dikira booking beneran ama sistem grabXD)

Kalau dulu pasti takut untuk naik taksi selain si "burung biru" atau taksi yang lebih aman lainnya. tapi dengan adanya aplikasi seperti grab ini, lebih memberikan rasa aman ke penumpang karena pada saat menerima konfirmasi pemesanan, akan muncul plat nomor kendaraan serta foto dan identitas sopirnya, jadi sebelum naik kita bisa cek plat nomor kendaraannya sama dengan yang terdaftar di sistem grabnya atau tidak, serta sopir yang membawa kendaraan sama dengan foto yang ada di aplikasi pada saat pemesanan atau tidak. Sejauh ini sih saya belom pernah denger ada kriminalitas yang dilakukan sopir yang tergabung di GrabTaxi, semoga akan tetap seperti itu, Aamiin:)

Semoga Bermanfaat©©©©

Cara Naik Commuter Line & Busway/Transjakarta bagi Perantau a.k.a Pejuang baru di kota Jakarta

Haiiii©©©©©©
 Please Welcome me as a "newbee" in this blogger world:D
nggak afdhol kalau belom nge post apa-apa kali ya.
blog yang sudah lama dibuat pada masa pengangguran dan dibiarkan tanpa disentuh lagi.
(Halaaahhh banyak intermezzo)

This is it!! ala ala si ibu seksi yang pinter masaaakk (siapa hayoo namanyaa);p


Sebagai seorang perantau yang juga belom lama dikota Jakarta, maka saya hendak memberikan tips yang mempermudah kaula muda (ceileee) dalam melakukan perjalanan di kota metropolitan ini. Kalo dulu baru-baru disini, saya sih kenalnya sama commuter line (naik kereta tcoy) sama busway. karena dulunya saya seringnya bolak-balik Klender (Jakarta Timur), jadi lebih merasa efisien untuk naik kereta karena rumah kakak saya jauh dari halte busway, sedangkan kalau naik kereta, turun stasiun Klender Baru, nyebrang dikit, trus naik Angkot no 20 buat ke Perumnas Klender nya. GAMPANG KAN?? eitzzz tunggu dulu,

Permasalahannya adalah stasiun kereta itu nggak lebih banyak daripada halte busway, jadi kalo yang tujuannya tidak berada didekat stasiun, jadi nggak efisien lagi, hiks. dibawah saya kasih liat penampakan peta jalur busway dan commuter line di jakarta.



Tuh keliatan kan beda nya, tapi kalau saya pribadi tetap lebih menyukai naik kereta, walaupun keduanya sudah dilengkapi fasilitas AC, namun commuter line memiliki gerbong khusus wanita (menghindari berbagi bau ketek dengan para lelakiXD)jadi kalo lagi padat-padatnya pada hari kerja dan jam pergi dan pulang ngantor, paling nggak cuma nyium bau ketek ibu ibu sih hehe.

Mari kita bahas satu persatu, setajaaaammmm sileettttt (tsaaah)
untuk commuter line, pertama caritau dulu stasiun terdekat dari tempat asal, trus cek di map rute KRL nya letak stasiun asal dan stasiun tujuan (kalo mau caritau stasiun tujuan emang harus nanya dulu sih stasiun paling deket sama tempat tujuan dimana). Warna pada rute KRL nya menjelaskan jalur mana saja yang dilewati oleh satu tujuan kereta, misalnya warna biru pada rute KRL menjelaskan kalau semua stasiun yang ada pada jalur warna biru tersebut akan dilewati oleh kereta dengan tujuan Jakarta Kota hingga bekasi. jadi kalau kita naik dari stasiun Gondangdia dan ingin ke stasiun UI, berarti harus transit dulu di stasiun Maggarai (nggak dikenai tarif untuk transit antar stasiun selama tidak keluar dari stasiun tersebut). Baru dari stasiun Manggarai naik kereta dengan tujuan stasiun UI (jalur warna merah/orange). Di tiap stasiun ada keterangan peron untuk tiap2 tujuan, kalo masih bingung, pastikan untuk selalu bertanya ke petugas di stasiun (malu bertanya sesat dijalan brooh). Untuk tarifnya, kalau mau cek bisa langsung ke website resminya: http://www.krl.co.id/Info-Tarif-KA-Commuter.html


Tapi kalau dilihat tarifnya kisaran Rp 1000- Rp 4500. Untuk pemesanan tiket, kalau anda bakal sering untuk bolak-balik menggunakan kereta, lebih baik untuk membeli kartu multi trip commuter line, juga bisa menggunakan kartu prabayar lain seperti Flazz (BCA), Brizzi (BRI), atau E-money (Mandiri). Biasanya di stasiun-stasiun besar seperti Jakarta Kota suka ada yang promo jualin. tapi kalau nggak punya bisa langsung beli tiket di counter pembelian tiket di stasiun, kok. nanti dikasih tiket satu tujuan (nanti jangan lupa refund di stasiun tujuan ya, kalau nggak tiketnya nya bisa hangus dan nggak bisa refund lagi besokannya)


Untuk Busway (Transjakarta), kelebihannya dibanding kereta adalah memiliki banyak halte atau tempat pemberhentian, jadi lebih menyebar dimana-mana. Dan biasanya halte ini lebih mudah dijangkau karena berada dekat dengan daerah perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan.
untuk tarif setau saya nggak terlalu beda jauh dengan Commuter Line. dan sekarang rata-rata haltenya sudah harus pake kartu untuk tiket masuknya (bisa pake Flazz, E-money dll juga). 

Untuk kedua transportasi ini sebenernya pointnya sama, kalau masih bingung, jangan segan atau malu bertanya ke petugas nya, setiap mau naik, pastikan dulu anda akan menaiki kereta atau bus yang sesuai dengan tujuan, kalo nggak ada petugas, bisa tanya kiri kanan (tapi tetep ya liat orang yang mau ditanya, yang kira-kira bisa dipercaya):D
dan jangan lupa untuk selalu waspada dan menjaga tas dan barang bawaan yaa©©

Untuk post selanjutnya akan saya bahas mengenai transportasi baru yang sedang heiittsss di Jakarta, so stay tune (berasa radioXD)